Fenomena influencer muda : yang muda, yang berkarya



(24/02/20) Seluruh peserta empowering women melakukan
 foto bersama setelah kegiatan hari pertama selesai.

Empowering women through journalism and digital technologis, diadakan di American corner, Universitas Tanjungpura Pontianak pada 24-26 februari 2020 . kegiatan ini diadakan oleh Hanna Fauzie yang merupakan alumni US EMBASSY departement of state berkerjasama dengan American Corner. Ini merupakan kegiatan kedua setelah di tahun 2018 hanna juga mengadakan kegiatan yang sama di Jakarta, bedanya dikegiatan kali ini di selipkan materi freelance. Karena dianggap isu freelance saat ini menarik di kalangan mahasiswa.
(25/02/20) peserta empowering women berdiskusi untuk 
memaparkan hasil potret dan video jurnalistik didepan peserta lainnya.

kegiatan empowering women mengajarkan anak muda khususnya perempuan untuk meningkatkan kesetaraan gender dengan memberikan pemahaman tentang jurnalistik, presenter, public relation, freelance, dan kita juga diberitahu tentang bagaimana cara menggunakan dan memanfaatkan media sosial dengan baik, yang kini sosial media sendiri sudah menjadi ladang bisnis bagi semua orang. Karena yang kita tahu saat ini kesetaraan gender sedang menjadi perbincangan didunia pekerjaan.
Izul prabu julianto merupakan salah satu pemateri dalam kegiatan workshop ini dan sebagai influencer sukses yang ada di pontianak dalam kesempatan nyaa ia mengatakan “ Positif kegiatan nya. Tinggal di pas kan aja cocok gak dengan passion kita. Gak cocok di jurnalis jangan di paksakan tapi ambil ilmu nya udh bagus banget “ tegasnya
Di era teknologi yang semakin berkembang ini banyak anak muda berlomba lomba dalam mencari followers, like, dan bahkan melakukan apapun demi mendapatkan hasil foto yang instagramable
“Buat feed ig menarik tu sebenarnya biar kepuasan pribadi aja. Kalau followers akhirnya bonus. Ya kalau banyak alhamdulillah” ujarnya.
Dalam melakukan bisnis online diperlukan kepekaan terhadap penikmati media sosial itu sendiri, jika kita seorang influencer dan pembisnis maka hal yang harus dilakukan adalah dengan mengikuti perkembangan zaman. Apa yang mereka inginkan, dan mengikuti tren kekinian yang ada dikalangan anak muda
Menjadi pembisnis di sosial media tidak memerlukan modal yang banyak menurut izul prabu
“ tidak harus banyak modal, kalo punya modal ya monggo. Manfaatin saja yang ada, travel saya dari ga ada modal, iseng iseng aja saya mah. Yang terpenting niat dan tetap konsisten” ungkap izul.
Maka, dengan media sosial yang semakin meningkat kita dapat memanfaatkan fenomena ini sebagai sarana untuk kita memulai bisnis yang ingin kita tekuni dengan jangkauan yang lebih luas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artikel Corporate identity, Image, Reputation

Bagaimana nasib generasi muda ? - Studi Kasus

SERBA ONLINE - APAKAH APLIKASI ZOOM AMAN DIGUNAKAN?